Blog Sony Heradi

Word, Story and Idea

Saya Adalah Anak Mama

Suatu hari dikota Malang. Beberapa tahun yang lalu.

Kegiatan saya hari itu adalah menjalani serangkaian test rekrutmen karyawan disebuah perusahaan. Tidak tanggung-tanggung, test dilaksanakan mulai pagi sampe sore. Ada tiga macam test yang saya jalani hari itu,ada psikotest,komputer sama interview.

Pada hari yang sama dikota Jember. Seorang ibu tidak mau jauh-jauh dari mushola. Hatinya gelisah hari itu. ibu itupun hanya melakukan apa yang bisa dia lakukan yaitu menengadahkan tangan dan wajahnya kearah langit, berdoa. Sang ibu juga berpuasa hari itu. Dialah ibu saya.

Beberapa minggu kemudian. Keluarlah pengumuman nama-nama yang akhirnya diterima diperusahaan tersebut. Ada nama saya dalam daftar nama tersebut. Saya diterima.

Saya tentu saja sangat bersyukur mendengar kabar itu. Tapi yang jauh lebih bersyukur adalah ibu saya. Beliau sujud syukur cukup lama dan begitu bangkit dari sujudnya terlihat jelas setetes air bening disudut matanya, tapi beliau tersenyum. Manis sekali. Beliau peluk saya begitu erat siang itu.

Kalau sudah begini, bagaimana mungkin saya tidak jadi anak mama… :)

Read the rest of this entry »

Uang atau Batu?

Alkisah. Ali adalah seorang pekerja pada sebuah proyek pembangunan sebuah gedung bertingkat. Suatu ketika Ali harus mengerjakan sebuah pekerjaan di lantai 7 gedung tersebut. Begitu sampai dilantai 7 ternyata Ali lupa membawa helm keselamatan miliknya. Ali bermaksud minta tolong teman-temannya yang ada dilantai dasar untuk membawakan helm keselamatan miliknya. Ali kemudian berteriak-teriak untuk memanggil teman-temannya namun usaha tersebut sia-sia, tidak ada satupun yang mendengar teriakan Ali karena suara bising dari mesin-mesin dan orang yang bekerja.

Read the rest of this entry »

Kurang Lima Ratus

Bertahun yang lalu. Saat uang Rp.25 masih laku.

Siang belum lama beranjak pergi. Matahari hanya sepenggalahan saja dari ufuk barat. Lelaki tabah itu baru saja memarkir sepeda motor pelat merah disisi kanan rumahnya. Rumah kontrakan lebih tepatnya. Peluh belum kering dari baju warna coklat PNSnya. Lelah masih setia bersandar erat di pundaknya. Namun lelah itu segera menguap setelah dia melihat mahluk kecil berlari kencang kearahnya sambil berteriak.. “Papaaaaaa….”

Read the rest of this entry »

Cari Jodoh : Pilih Konteks atau Konten ?

Saya masih ingat betul. Waktu itu hari minggu siang menjelang Dhuhur. Berlokasi dilantai dasar gedung kampus kami, tepatnya dibagian selatan gedung yaitu sebuah area tempat biasanya saya dan teman-teman pada ngobrol saat jeda kuliah. Area ini dilengkapi dengan dispenser, satu pak teh celup, satu toples kecil kopi bubuk, satu toples kecil gula serta tentu saja beberapa cangkir (thats why we pay more hihihiiii). Di area ini kami biasa ngobrol sambil ngopi atau ngeteh sambil ngobrol ngalor ngidul. Dan topik obrolan kali ini adalah : menggojlok yang masih bujangan!!

Read the rest of this entry »

Tuhan Itu (Tidak) Ada

Alkisah. Seorang lelaki datang memasuki sebuah tempat cukur. Rambut dan jenggot lelaki tersebut terlihat agak panjang dan tidak rapi. Lelaki tersebut hendak merapikan rambut dan jenggotnya. Si tukang cukur kemudian mulai mencukur rambut lelaki tersebut dan terlibatlah mereka berdua dalam obrolan yang hangat.

Setelah beberapa lama, topik obrolan kedua orang tersebut mulai mengarah tentang Tuhan.

Read the rest of this entry »

Radio Republik Sony

Nama adalah brand alias merk. Dan inti dari merk tidak lain adalah PEMBEDA. Jadi jangan main-main dengan namamu, karena dari nama itulah titik pertama bagi orang lain untuk membedakan dirimu dari manusia yang lain.

Ngobrol soal nama, saya kasih tahu dulu : nama panggilan saya tidak ada bedanya dengan nama produk elektronik terkenal dari Jepang. Saya juga kurang paham apa yang terpikir di benak ayah saya dulu ketika memberi saya nama. Saya hanya terima jadi.

Saat saya berpikir mengenai kesamaan nama saya dengan merk produk elektronik dari Jepang itulah saya selalu teringat suatu cerita (adegan film lebih tepatnya) yang selalu membuat saya senyam-senyum sendiri kalo ingat cerita itu.

Cerita itu berasal dari sebuah adegam film komedi buatan Indonesia tahun 80an akhir atau sekitar 90an awal. Dalam adegan tersebut pemeran utamanya adalah pelawak legendaris berlogat Madura : Kadir. Kurang lebih begini ceritanya…..

Read the rest of this entry »

Siapa Lebih Pintar

Alkisah. Secara kebetulan Albert Einstein dan Mr.Bean duduk berdampingan dalam sebuah penerbangan yang panjang naik Garuda. Untuk mengusir kejenuhan, Einstein menantang Bean main tebak-tebakan. Jika Bean tidak bisa menjawab pertanyaan Einstein, maka Bean harus membayar 5 dolar kepada Einstein. Namun sebaliknya jika Einstein tidak bisa menjawab pertanyaan Bean, maka Einstein harus membayar 500 dolar kepada Bean. Tantangan ini sebenarnya adil mengingat Einstein adalah seorang jenius dan Bean adalah orang yang dungu. Tapi secara mengejutkan, Bean dengan gagah berani menerima tantangan Einstein. Read the rest of this entry »

Trik Simpel Biar Bisa EKSIS

Saat ini yang namanya “eksistensi” sepertinya hampir menjadi sebuah kebutuhan. Anak-anak muda jaman sekarang sekarang bahkan berani melawan orang tuanya agar dia bisa eksis dimata teman-temannya. Padahal menurut saya, kalo mau eksis itu ada triknya, tidak ngawur. Kalo sampe berani melawan ortu itu biar bisa eksis berarti tidak tahu triknya dan tentu saja sudah.. Teerr..Lhaaa…Lhuuu… :)

Triknya sebenarnya sederhana, ini dia :

>>> Eksis by Penampilan

Setuju ga kalo penampilan bisa buat seseorang eksis dimata sekitarnya?.

YEAH !!! U’RE RIGHT,, Penampilan do makes you exist. Kenapa? Karena penampilan adalah hal yang pertama dilihat dan dinilai dari seseorang. Perhatikan saja,, Apa yang menjadi objek penilaian kita terhadap orang lain yang belum kita kenal kalo bukan penampilan?.

Pertanyaannya sekarang adalah seberapa besar faktor penampilan membuat kita jadi eksis?. Nah ini yang perlu kita cermati. Penampilan memang penting dan terbukti ampuh mendongkrak eksistensi, tapi apakah penampilan adalah satu-satunya faktor? Tentu saja tidak, faktor lain masih ada dan tidak kalah ampuh mendongkrak eksistensi.

Anda ingin eksis lewat penampilan Anda? Saya kasih tahu dulu, ada ruginya (saya serius), ini dia:

Boros. Anda yang mau eksis by penampilan, cek dulu ketebalan dompet Anda. Sekalipun dompet anda tebal, cara ini juga menuntut kehati-hatian dalam mengelola keuangan. Karena bisa jadi jatah uang untuk beli beras atau bayar SPP habis untuk beli lipstik, baju baru, HP baru, parfum mahal atau mungkin untuk nge-cat rambut. Nah bila yang dompetnya tebal aja harus hati-hati mengelola uangnya apalagi yang dompetnya tipis?. Saran saya jangan pakai cara ini, ada cara lain yang lebih ampuh (saya serius).

Biasanya orang yang cenderung ingin eksis dengan penampilannya akan sulit untuk mengendalikan diri. Orang seperti ini tidak akan ragu-ragu mengeluarkan banyak uang (bahkan berhutang) hanya untuk membeli sepotong baju. Pada saat yang sama orang ini bisa kehilangan kepercayaan dirinya karena hal-hal sepele seperti warna sepatu yang tidak matching dengan tasnya.

Saya ada cerita. Saya dapat cerita ini dari kakak saya yang waktu itu masih bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi besar di Surabaya. Ceritanya adalah tentang teman-teman kantor kakak saya yang gajinya udah sekitar 5-6 kali lipat dari gaji kakak saya. Salah satu teman itu curhat sama kakak saya, katanya dia tidak punya uang untuk beli susu anaknya. Tentu saja kakak saya ini kaget, bagaimana mungkin dengan gaji belasan juta, punya mobil bagus belum lagi hapenya tiga biji sampai kehabisan uang untuk beli susu anaknya. Nah ini dia contoh orang yang maunya eksis dengan penampilan sampai mengorbankan uang untuk beli susu anaknya.

High cost low impact. Eksis by penampilan itu impact alias “keampuhannya” sedikit. Dalam jangka pendek memang sangat ampuh namun dalam jangka panjang tidak. Perhatikan,, saat kita sudah mengenal orang lebih jauh, perhatian kita pada penampilan orang tersebut akan berkurang, kita akan lebih memperhatikan pada sifat dan kepribadiannya bukan?. Berarti kalo Anda mau eksis dalam jangka panjang, menggunakan penampilan sebagai senjata utama kurang tepat bro… udah mahal tapi efeknya cuma sebentar, gak lama.

>>> Eksis by Prestasi / Keahlian

Cara yang kedua ini saya jamin lebih cespleng pada cara yang pertama. Melalui prestasi atau keahlian, Anda juga bisa eksis di lingkungan Anda. Ga percaya? Misalnya saja: Anda menguasai 10 macam bahasa (termasuk bahasa binatang + bahasa pepohonan + bahasa setan) maka Anda akan seketika eksis di lingkungan Anda.

Perhatikan saja dilingkungan sekolah, siswa yang eksis ciri-cirinya bisa diketahui : cantik / ganteng, juara kelas, jago olahraga, jago main musik. Ciri yang pertama adalah soal penampilan, sisanya adalah soal prestasi dan keahlian.

Eksis by prestasi / keahlian bersifat lebih jangka panjang dan karena itu menggapainya juga tidak gampang, butuh perjuangan bro.. tapi kalo Anda sudah bisa menggapainya, yang lain bakal susah menandingi. Namun yang kita harus hati-hati adalah eksis model begini berpotensi menjadikan diri kita orang yang sombong. Dan kalo kita sudah sombong, perlahan tapi pasti kita akan dijauhi orang.

>>> Eksis by Manfaat

Nah… ini dia cara yang paling mujarab kalo kita mau eksis. Murah, Mudah dan Tahan Lama :)

Tidak harus berpenampilan wah (yang biasanya mahal) atau berprestasi sampai mentok (yang biasanya susah) sampai bikin kita jadi sombong, tapi cukuplah dengan bermanfaat sebanyak-banyaknya Anda akan eksis, otomatis.

Kita ini memang susah dibilangin,, Nabi Muhammad saja sudah menasehati kita bahwa : “ manusia terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat buat sesamanya “. Berarti kalo mau eksis ya harus bermanfaat sebanyak-banyaknya, itu aja cukup. Untuk bermanfaat Anda tidak harus kaya dan pintar bukan?

Perhatikan saja dilingkungan Anda sendiri. Akan ada orang yang kalau gak ada dia itu gak asik, gak seru, gak rame dan serasa ada yang kurang. Padahal dari sisi penampilan dia biasa-biasa saja, prestasi atau keahlian juga tidak ada yang menonjol. This guy is just exist. Penyebabnya mungkin sederhana : orang itu pandai bikin kita ketawa,rendah hati atau mungkin enak diajak curhat.

Bermanfaat membuat Anda akan eksis dalam jangka waktu yang sangat lama. Bahkan saat Anda sudah meninggal sekalipun, Anda masih tetap eksis!!!. Perhatikan saja orang-orang yang sudah meninggal namun sampai saat ini masih kita kenang, apa yang kita kenang dari mereka? Apalagi kalo bukan manfaat yang mereka berikan semasa hidup.

Penampilan, prestasi / keahlian dan manfaat memang adalah komponen pembentuk eksistensi seseorang. Kita tidak harus memilih salah satu diantaranya kok. Kalo emang bisa, jalani aja semua. Bahkan kalo kita mampu memadukan ketiganya dengan apik, efeknya akan sangat ampuh. Bagaimana caranya? Guuaampaaaaaaang,, ketik REG(spasi)EKSIS kirim ke 123456789 lalu ceritakan ke teman-teman Anda, saya jamin Anda akan eksis karena dianggap gila. Eh menjadi setengah gila kadang-kadang ampuh juga lho untuk mendongkrak eksistensi… :)

Caranya sebenarnya sederhana saja : bermanfaatlah sebesar-besarnya untuk sesama + berprestasilah setinggi mungkin atau jadilah ahli dalam bidang Anda + berpenampilanlah yang baik.

Satu hal yang harus Anda cermati : biar hasilnya ampuh luar biasa, urutan diatas jangan dibalik. Saat Anda berada dalam sebuah lingkungan atau komunitas, dahulukan pikiran tentang : apa yang bisa saya lakukan untuk biar tempat ini jadi lebih baik. Jangan mendahulukan pikiran : bagaimana caranya biar saya jadi pusat perhatian di tempat ini. Menjadi bermanfaat itu jauh lebih hebat daripada sekedar menjadi pusat perhatian.

Anda Sependapat?.

Aslinya tuh ya….

Aslinya tuh ya…..

Saya sudah mulai blogging sejak sekitar setahun lalu. Awalnya pake wordpress,cukup aktif, namun akhirnya kandas juga itu blog. Dengan alasan yang sampai sekarang saya juga gak begitu paham blog tersebut tak terurus. Kemudian saya sempat mencoba pake blogspot, tapi yang ini lebih parah: 1 postingan saja setelah itu buyaaaaarrrrrr….

Tapi ya itu… keinginan untuk blogging senantiasa ada dan tidak pernah mengecil.

Read the rest of this entry »

Hello world!

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!